Share:
97 persen orang meletakkan titiknya di dalam lingkaran.
Padahal tidak ada yang melarang mereka meletakkannya di luar. Tidak ada yang melarang mereka membuat titik sebesar lingkaran itu sendiri. Yang menghalangi bukan aturan. Bukan nasib. Bukan pula takdir.
Yang menghalangi adalah program lama di dalam kepala mereka sendiri — yang sudah berjalan begitu lama sehingga tidak lagi terasa seperti penjara. Terasa seperti rumah.
Ingin berubah tapi tidak mau meninggalkan kenyamanan. Ingin sukses tapi tidak mau melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan. Ingin hidup berbeda tapi terus menjalankan kebiasaan yang sama. Manusia menyebutnya dilema. Jay menyebutnya dengan nama yang lebih jujur:
Memilih jadi kambing.
Buku ini bukan untuk semua orang. Bukan untuk mereka yang ingin merasa baik tentang diri sendiri. Bukan untuk mereka yang mencari pembenaran atas pilihan-pilihan yang sudah terlanjur diambil.
Buku ini untuk mereka yang siap tidak nyaman — karena tahu bahwa di sisi lain ketidaknyamanan itulah kehidupan yang sesungguhnya menunggu.
Jangan Mau Jadi Kambing adalah perjalanan menelusuri sembilan jejak: dari keinginan yang tertanam di pikiran, melewati belenggu-belenggu mental yang selama ini tidak disadari, memahami pertarungan antara pengetahuan dan kepercayaan, membongkar mekanisme kebiasaan yang bekerja diam-diam di balik setiap keputusan — sampai akhirnya menemukan satu kesadaran yang mengubah segalanya:
Anda adalah pilot bagi pesawat terbang bernama kehidupan Anda sendiri.
Pertanyaannya hanya satu: sudahkah Anda masuk ke kokpit?
PT. Solusi Delapan Generasi adalah perusahaan penerbitan buku yang berfokus pada penyediaan literatur berkualitas tinggi, inovatif, dan relevan untuk pembaca Indonesia.